Tafsir Surat Ibrahim Dan Maknanya

Tafsir Surat Ibrahim Dan Maknanya

Al quran memiliki surat ibrahim yang memiliki maknadan juga sejarah yang cukup panjang. Mengisahkan tentang kisah hidup nabi ibrahim dan juga keturunannya memberikan maksud bahwa manusia harus senantiasa belajar dari kesalahan yang diperbuat untuk berbuat lebih baik lagi. Meskipun berbeda jaman dan berjarak waktu yang cukup jauh dari nabi ibrahim, namun manusia bisa menikmati dan juga mempelajari kisah hidup nabi ibrahim dengan lebih jelas. Di dalam tafsir surat ibrahim, umat manusia akan belajar dan juga memiliki pemahaman yang mendalam perihal makna kehidupan yang sesungguhnya. Belajar tentang hidup menjadi lebih berarti dan lebih bermakna dari kisah para nabi yang diceritakan di dalam al quran secara mendalam.

Belajar Dari Tafsir Surat Ibrahim

tafsir surat ibrahim sesungguhnya memiliki makna yang cukup dalam bagi umat manusia. Di dalam surat yang memiliki nama seperti nama nabi ibrahim ini memiliki makna dan pelajaran berharga untuk bekal kehidupan manusia. Belajar dari kisah kehidupan nabi ibrahim melalui surat ini tentu saja akan memberikan sebuah hikmah yang cukup mendalam untuk kehidupan manusia secara keseluruhan. Oleh karenanya, kisah nabi ibrahim di angkat dan diceritakan di dalam alquran dengan maksud untuk memberikan pembelajaran penting kepada manusia tentang bagaimana menyikap persoalan di dalam kehidupannya.

pixabay.com

Di dalam surat yang memiliki nama seperti nabi ibrahim diawali dengan kalimat bahwa kitab al quran merupakan kitab yang disempurnakan dan dilindungi oleh allah swt. Kitab yang diturunkan untuk umat manusia agar umat manusia bisa keluar dari kehidupan yang gelap gulita menjadi kehidupan yang terang benderang. Al quran menjelaskan bahwa tujuan diturunkannya al quran adalah sebagai petunjuk yang nyata bagi manusia agar bisa keluar dari kehidupan yang gelap gulita seperti malam yang gelap menuju kehidupan yang lebih terang benderang. Demi tujuan yang lebih mulia inilah al quran diturunkan ke muka bumi untuk dijadikan petunjuk yang senyatanya untuk umat manusia.

Dilanjutkan dengan penjelasan perihal sifat yakni keperkasaan allah swt yang menguasai seluruh alam semesta dan seisinya. Alam semesta dan seluruh isinya tunduk dan patuh kepada allah swt. Keperkasaan dan juga kekuasaan ini menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk ciptaanNYa yang diharuskan untuk patuh dan tunduk kepada allah swt. Menjelaskan juga bahwa allah memiliki segala apa yang ada di langit dan juga yang ada di bumi beserta segala isinya. Sehingga seluruh isi langit dan bumi tunduk menyembah allah swt dengan rasa hormat dan patuh. Ketundukan kepada allah swt terhadap apa yang sudah diciptakan serta diberikan kepada manusia berupa lagit, bumi dan seluruh alam semesta menjadi sebuah bukti abadi bahwa allah swt itu merupakan maha perkasa.

pexels.com

Surat Ibrahim Yang Penuh Makna

Di dalam surat yang memiliki nama ibrahim dilanjutkan bahwa di dalam tafsir surat ibrahim menunjukkan bahwa akan terjadi kecelakaan dan kemalangan yang akan menimpa bagi orang-orang yang kafir yang tidak mempercayai kekuasaan dan keperkasaan allah swt dan seluruh penciptaannya yang ada di alam semesta. Allah swt akan menjatuhkan siksaan yang sangat pedih bagi kaum kafir yang tidak mempercayai allah swt sebagai satu-satunya maha pencipta dan maha perkasa akan kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya. Siksaan pedih itu akan diturunkan kepada kaum kafir yang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki diri dan mempercayai bahwa allah itu maha perkasa lagi maha mengetahui apa yang ada di muka bumi.

Dilanjutkan dengan sebuah kalimat bahwa bagi manusia yang lebih mementingkan kehidupa duniawi jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat tentu akan membawa sebuah kecelakaan yang amat. Sebab kehidupan dunia bukan merupakan tujuan akhir. Masih ada hari akhir yang lebih panjang dan lebih abadi keberadaannya. Sebuah ancaman bagi kaum yang menginginkan bahwa jalan allah itu bengkok. Padahal jalan allah itu sesungguhnya sangat lurus. Bagi kaum yang menghalalkan segala cara untuk menghalangi manusia dari kebaikan tentu akan mendapatkan siksa yang sangt pedih dan juga sangat menyakitkan.

pxhere.com

Siksa pedih akan diterima oleh orang yang sedang berada di jalan yang sesat dan juga menyesatkan. Sebuah kehidupan yang fana yang tidak akan abadi. Dimana manusia yang senantiasa mengerjakan keburukan tentu akan menderita kerugian. Sebab siksa yang akan allah berikan atas apa yang diperbuatnya yakni perbuatan perusakan tentu akan sangat menyakitkan bagi kaum yang sesat. Sehingga allah mengutus seorang rosul yang menggunakan bahasa kaumnya untuk bisa memberikan penjelasan yang sejalas-jelasnya dan seterang-terangnya mengenai jalan allah itu lurus dan akan terus lurus sampai kapanpun. Seorang rosul yang bertugas di atas sebuah kaum tentu memiliki tujuan yang jelas yakni meminta kaumnya agar memperbaiki diri untuk mempersiapkan bekal di hari akhir lebih baik lagi. Seorang rosul diutus untuk meluruskan kehidupan dan pemikiran kaumnya yang sesat. Sehingga tujuan mulia rosul adalah untuk menyelamatkan kaumnya dari kerusakan yang cukup dalam serta mencegah kaumnya dari melakukan kerusakan di muka bumi. Terutama kaum yang belum sadar akan pentingnya hari akhir yang harus dipersiapkan lebih baik.

 

Ternak Burung Yang Diperbolehkan dalam Islam

Ternak Burung Yang Diperbolehkan dalam Islam

Bagi sebagian orang, memelihara hewan merupakan sebuah hobi yang menyenangkan dan bisa melepas stres. Berbagai jenis hewan kini semakin dipelihara bahkan adapula yang dikembangbiakkan atau ternak agar semakin mendatangkan keuntungan. Salah satu jenis hewan yang sering diternak adalah burung. Memelihara dan beternak burung sudah menjadi sebuah hal yang wajar bagi masyarakat Indonesia. Namun bagi anda yang beragama Islam bagaimana ternak burung yang diboleh dalam Islam perlu anda pahami. Agar ternak burung tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Adab Memelihara Burung

Selama ini para pecinta burung mungkin sudah tidak asing dengan tata cara perawatan burung yang tepat. Seperti yang diketahui bahwa burung juga merupakan makhluk Allah SWT yang harus dijaga dan diperlakukan layaknya manusia dengan memberikan makanan dan minuman. Kebanyakan pemelihara burung berupaya memberikan makanan, minuman dan kandang yang terbaik untuk burung tersebut. Tujuannya agar burung tetap sehat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Tapi tahukah anda bahwa dalam Islam juga terdapat adab memelihara burung yang perlu dipahami? Untuk menambah wawasan anda mengenai ternak burung yang diperbolehkan menurut Islam maka berikut akan dijelaskan adab-adab pemeliharaannya.

pxhere.com
  1. Dilarang Melakukan Pemborosan

Agama Islam sangat melarang keras manusia melakukan pemborosan dalam berbagai urusan. Hal tersebut juga termasuk dalam hal hobi yang tanpa disadari hobi tersebut justru semakin menguras dompet yang berakibat pada kelalaian memenuhi kebutuhan utama.

Larangan melakukan pemborosan menurut Islam ini bertujuan agar anda lebih mengutamakan kebutuhan rumah tangga dibandingkan hobi. Untuk itulah ternak burung dalam jumlah yang wajar masih diperbolehkan oleh Islam selama tidak mengabaikan pemenuhan kebutuhan utama.

  1. Tidak Lalai dan Leka

Jangan sampai anda menghabiskan waktu demi burung. Bahkan seolah-olah anda menjadi pelayan bagi burung-burung peliharaan anda hingga akhirnya lalai melaksanakan aktivitas maupun tugas-tugas anda. Ketika memelihara atau beternak burung, pastikan anda bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan utama dengan hobi anda tersebut.

pxhere.com

Hukum Memelihara dan Berjualan Burung

Sebetulnya agama Islam memperbolehkan untuk memelihara burung namun dengan beberapa syarat yaitu dipenuhi kebutuhan makannya dan burung tersebut bukanlah dalam golongan burung yang mati saat dikurung. Bila burung yang dipelihara termasuk burung yang bisa mati saat dikurung maka sangat dilarang untuk dipelihara menurut Islam.

Menurut hukum Islam, burung boleh saja dikurung selama kebutuhan makannya terpenuhi dengan baik dan cukup. Selain itu dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa Nabi membiarkan seorang anak untuk memelihara burung serta tidak memerintahkan orangtua anak tersebut untuk melepas burung yang dipelihara.

Dari penjelasan tersebut jelas bisa dipahami bahwa Islam memperbolehkan manusia untuk memelihara burung di dalam sangkar. Namun dengan syarat memenuhi kebutuhan makananya dan tidak membuat burung tersebut mati ketika di dalam sangkar. Selain itu berkaitan dengan ternak burung yang semakin marak untuk diperjualbelikan. Maka menurut Islam, burung merupakan sesuatu yang bernilai dan diperbolehkan untuk menjual maupun membelinya. Selain itu burung tersebut juga boleh dikonsumsi maka juga diperbolehkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa memperdagangkan burung hukumnya adalah boleh.

pxhere.com

Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait memelihara burung salah satunya merpati. Sebab menurut Islam, jika seseorang disibukkan oleh mengejar-ngejar merpati, mengambil merpati yang bukan miliknya serta sibuk dengan merpati yang akhirnya meninggalkan ketaan dan kewajiban maka hal tersebut merupakan perbuatan tercela.

Namun berbeda halnya dengan ketika memelihara atau beternak burung dengan memenuhi kebutuhan makanannya maupun hak lainnya maka hukumnya boleh. Karena burung tersebut diberikan kasih sayang sebagaiamana yang dianjurkan oleh Islam dan tidak disia-siakan begitu saja.

Beternak burung memang dapat mendatangkan kebaikan bagi yang melaksanakannya. Meskipun burung tersebut tidak diambil dagingnya karena nilai daging tidak sebanding harganya. Namun burung tersebut masih mendatangkan manfaat dari suara kicauannya maupun keindahan bulunya yang dapat memberikan kesenangan ataupun hiasan semata. Dengan demikian dapat diketahui bahwa memelihara atau beternak burung berkicau hukumnya boleh menurut Islam. Selama burung tersebut dirawat dengan baik dan transaksi jual belinya sesuai ketentuan syariah.

Melalui penjelasan di atas dapat diketahui bahwa ternak burung yang diperbolehkan menurut Islam adalah semua jenis burung. Selama burung tersebut bisa mendatangkan manfaat bagi manusia dan tidak menimbulkan kemudaratan bagi pemiliknya. Burung adalah jenis hewan yang halal sehingga memperjualbelikanya juga termasuk halal menurut Islam.

Bagi anda umat Islam yang ingin memelihara atau beternak burung namun masih ragu maka kini sudah menemukan jawabannya. Pastikan ketika anda memelihara burung-burung tersebut, anda tidak melalaikan tugas dan tanggungjawab anda sebagai seorang muslim. Dengan begitu memelihara burung akan mendatangkan banyak kebaikan untuk diri anda.

Demikianlah penjelasan mengenai ternak burung yang diboleh dalam Islam untuk menambah wawasan anda. Melalui informasi di atas tentu kini anda tak perlu khawatir jika ingin memelihara atau beternak burung karena diperbolehkan dalam Islam. Tapi jika anda yang merasa belum sanggup memelihara burung maka bisa memakai mp3 suara burung sebagai hiburan untuk melepas penat.

 

Karpet Masjid Indah, Bersih dan Wangi

Karpet Masjid Indah, Bersih dan Wangi

Karpet masjid merupakan salah satu perlengkapan yang biasa kita jumpai di tempat ibadah umat Islam baik masjid maupun mushola. Benda yang satu ini menjadi salah satu alternatif untuk umat islam agar nyaman dalam menjalankan ibadah.

Karpet ini biasanya dijual bukan dalam bentuk satuan akan tetapi gulungan atau meteran yang memanjang. Dengan begitu, adanya karpet yang menyerupai sajadah ini dapat membantu dalam menata shaf dalam shalat.

Barang yang satu ini biasanya memiliki corak atau motif dengan nuansa Islam yang kental. Motif-motif tersebut biasanya terlihat lebih sederhana, pasalnya hal tersebut akan lebih memberikan kekhusyuan dalam beribadah.

Tidak hanya itu, perlengkapan yang satu juga tersedia dalam bentuk meteran dan tidak memiliki motif. Baik yang bermotif atau tidak, memiliki fungsi yang sama.

Sangat penting menjaga kebersihan karpet, karena salah satu syarat ibadah adalah tempatnya yang bersih dan suci. Maka dari itu, keadaan karpet harus selalu di bersihkan dan diusahakan dalam satu bulan minimal satu kali pencucian.

unsplash.com

Jenis-jenis Karpet Masjid

Ada beberapa jenis karpet masjid yang harus kita ketahui. Setiap karpet tentu memiliki keunikan tersendiri baik dari bahan, motif, ketebalan bahkan ukuran. Terdapat dua jenis karpet berdasarkan produksinya yaitu:

Karpet Masjid Pesanan

Karpet pesanan merupakan karpet yang diproduksi berdasarkan pada keinginan konsumen. Dengan begitu, alas lantai ini dapat disesuaikan dengan ukuran ruangan. Konsumen juga dapat memesan baik corak, motif atau warna yang diinginkan.

Jenis karpet ini membutuhkan waktu dan proses yang lama. Hal itu disebabkan karena produsen harus mendesain, memadukan warna dan menyesuaikan ukuran ruangan hingga pemasangan.

Karpet jenis ini biasanya terbuat dari bahan benang woll New Zaeland dan benang acrylic. Maka dari itu tidak heran jika nilai jual dari karpet ini terbilang mahal. Walaupun mahal banyak orang yang merasa puas dengan hasil yang ditampilkan.

unsplash.com

Karpet Masjid Massal

Karpet masal adalah karpet yang diproduksi dengan jumlah yang banyak dan motif yang sama. Karpet ini biasanya diproduksi oleh suatu perusahaan besar yang memproduksi karpet.

Konsumen tidak bisa memilih motif atau warna sesuai yang diinginkan, karena hanya tersedia motif yang sudah ready stok dengan ukuran tertentu.

Di sisi lain banyak kelebihan dari jenis karpet ini diantaranya yaitu, jika dibutuhkan dalam waktu yang singkat atau dekat sudah tersedia. Di samping itu, jual karpet masjid dengan lebar 1.05 meter atau 1.20 meter dengan panjang 6 sampai dengan 40 meter.

Bahan yang digunakan terbuat dari benang nylon atau polyprophiline, selain itu juga tersedia produk dalam negeri maupun luar negeri..

Di samping berdasarkan produksi, di Indonesia sendiri banyak toko jual karpet masjid yang berasal dari luar negeri seperti karpet Turki dan Karpet Madinah. Karpet turki menjadi salah satu karpet yang banyak dinanti oleh konsumen.

unsplash.com

Kelebihan karpet turki ini adalah lebih tebal dan lebih lembut jika dibandingkan dengan lainnya. Selain itu juga terdiri dari beberapa motif yang sederhana seperti motif yavuz, suleyman, sultan, century, super hilal dan soft yaren.

Karpet ini didatangkan langsung dari negara asal. Jadi tidak perlu khawatir jika ada tiruan yang mengaku karpet dari negara Istanbul itu.

Selain karpet Turki terdapat pula karpet Madinah atau Kingdom. Karpet ini biasanya disebut dengan Custom Handtufted. Alas lantai yang satu ini sejenis dengan karpet pesanan karena proses produksinya disesuaikan dengan pemesan.

Sesuai dengan namanya yaitu Kingdom, barang yang satu ini terbuat dari bahan premium dan dengan teknologi tinggi. Tidak hanya itu, desainer karpet ini juga berasal dari desainer ahli, sehingga membuat karpet ini bernilai jual yang tinggi.

Pemesan atau konsumen bebas memilih motif, corak, ukuran, ketebalan dan bahan dasar sendiri. Bahan yang ditawarkan biasanya terbuat dari benang wool dan acrylic premium agar terkesan berkelas dan elegan.

Walaupun dapat memilih, akan tetapi ketebalan karpet hanya sekitar 8 sampai dengan 12 mm. Jenis karpet ini biasanya dimiliki oleh seserang dengan pendapatan yang cukup tinggi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai jenis-jenis karpet yang. Tentu saja karpet yang indah sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya perawatan khusus.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar karpet masjid selalu bersih dan wangi. Dengan begitu, akan semakin memberikan kenyamanan kepada pengguna atau orang yang beribadah khususnya di masjid atau mushola.

Cara yang bisa dilakukan diantaranya adalah sebelum memasuki masjid siapkan keset agar ketika menginjak karpet tidak kotor. Selanjutnya usahakan selalu membersihkan noda pada karpet dengan cepat sebelum noda menjadi membandel.

Usahakan karpet sering untuk dijemur dan pada saat membersihkan gunakanlah vacum cleaner agar karpet masjid tetap bersih dan juga wangi.

 

Melihat Batasan Aurat Wanita Menurut Imam Syafi’i

Melihat Batasan Aurat Wanita Menurut Imam Syafi’i

Manakah batasan aurat wanita? Sebuah pertanyaan paling umum namun justru masih banyak yang belum tahu jawabannya. Padahal ketentuan hukum menutup aurat adalah wajib. Namun sayangnya masih cukup banyak wanita muslimah yang belum mau menutup auratnya.

Belum mau menutup aurat ini bisa berasal dari beberapa faktor. Ada yang memang belum tahu batasan aurat seorang wanita. Dan sebagian yang lain sudah mengetahui batasannya. Namun kaum wanita memilih untuk tidak mempraktekkannya.

Nah yang kategori kedua ini sangat berbahaya. Tapi bagi Anda yang kebetulan memang belum tahu batasannya, berikut ini adalah ulasan lengkap terkait dengan aurat wanita menurut Imam Syafi’i.

pxhere.com

Batasan Aurat Muslimah Menurut Madzhab Syafi’i

Di dalam kitab al-Umm juz II halaman 201, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa setiap wanita adalah aurat kecuali dua telapak tangannya dan wajahnya. Sebelumnya pada halaman 199 Imam Syafi’i lebih tegas lagi menyebutkan jika hukumnya wajib bagi wanita menutup selain dua telapak tangan dan wajahnya saat shalat.

Pendapat dari Imam Syafi’i tersebut dikuatkan oleh pendapat dari Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitab al-Muhazzab juz III halaman 173. Beliau berpendapat jika aurat wanita merdeka adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.

Ibnu Hajar al-Haitamy dalam kitab Tuhfaf al-Muhtaj juz II halaman 111-112 menjelaskan bahwa aurat wanita merdeka meskipun belum mumayiz (mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk) adalah seluruh anggota tubuh selain wajah dan kedua telapak tangannya (baik yang luar mapun yang dalam).

Sementara itu Al-Ziyadi dalam kitab Hawasyi Syarwani ‘ala Tuhfah al-Muhtaj karya Syarwani juz II halaman 112 berpendapat jika wanita memiliki tiga jenis aurat. Ketiganya harusnya dijaga dengan baik. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Aurat dalam shalat (yakni seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan).
  2. Aurat terhadap pandangan laki-laki yang bukan mahram (yakni seluruh tubuhnya termasuk wajah dan telapak tangan).
  3. Aurat ketika berdua bersama laki-laki mahram (yakni pusar sampai lutut).

Di dalam kitab Kifayatul Akhyaar halaman 144,Syaikh Taqiyuddin al-Hushni berpendapat jika:

  1. Hukumnya makruh shalat dengan memakai pakaian yang bergambar atau lukisan.
  2. Hukumnya makruh seorang wanita memakai niqab (cadar) pada saat shalat, kecuali jika di masjid yang kondisinya sulit terjaga dari pandangan para laki-laki yang bukan mahramnya. Bahkan jika wanita tersebut khawatir dipandang oleh laki-laki yang bukan mahramnya sehingga menimbulkan kerusakan, maka hukumnya haram melepaskan niqab.

Berdasarkan pendapat dari Imam Syafi’i dan ulama lain yang bermadzhab Syafi’i di atas, bisa diambil kesimpulan jika:

  1. Aurat seorang wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Aurat wanita merdeka di luar shalat adalah sama dengan aurat dalam shalat. Yakni seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan begitu, pandai-pandailah dalam memilih busana yang akan dikenakan. Setidaknya, busananya harus yang sesuai dengan ketentuan tersebut. Misalnya saja seperti gamis modern.
pxhere.com

Dasar Hukum Batasan Aurat Seorang Wanita

Dasar hukum aurat wanita merdeka dalam shalat dan di luar shalat adalah seluruh angota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan adalah Q.S. al-Nur ayat 31. Sebab menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan “illa maa zhahara minha” dalam ayat tersebut adalah wajah dan telapak tangan.

Meskipun demikian ada beberapa ulama bermadzhab Syafi’i yang berpendapat jika aurat wanita merdeka ketika keluar rumah adalah seluruh tubuh tanpa terkecuali. Ketentuan ini berlaku untuk aurat wanita dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Alasannya adalah berpotensi menimbulkan fitnah. Oleh sebab itu perlu ditutup sumber fitnahnya.

pxhere.com

Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-Nur ayat 30. Dalam surat tersebut sangat jelas diterangkan bahwa sorang laki-laki wajib menahan matanya dari kesengajaan memandang sebagian tubuh wanita termasuk wajahnya.

Kesengajaan ini bisa membuatnya jatuh dalam lumpur dosa. Ini diperparah dengan terbiasanya melakukannya. Karena kondisi ini memungkinkan seorang laki-laki untuk tertarik ke jurang yang lebih dalam.

Sementara bagi wanita, wajiblah baginya untuk menghindari hal yang memicu kemaksiatan. Menutup aurat adalah salah satunya. Kemudian minimalkan bergaul dengan kaum lelaki kecuali dengan alasan yang masih ditolerir oleh hukum. Misalnya dalam hal muamalah seperti jual beli.

Jadi pada intinya ada perbedaan pendapat terkait dengan batasan aurat sorang wanita. Namun jika merujuk pendapat dari Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm, pendapat yang benar mengenai batasan aurat wanita di dalam shalat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.