suara burung Kicau

Jenis Murai Batu, Burung Kicau Paling Banyak Dicari Di Indonesia

Suara burung kicau memang sangat merdu dan tak salah jika banyak orang menyukai burung kicau. Salah satu yang paling banyak di cari adalah murai batu. Burung yang satu ini memang paling disenangi karena suaranya yang indah dan lantang. Bukan hanya itu, murai baru juga salah satu jenis burung kicau yang paling cerdas sehingga anda bisa melatih burung yang satu ini.

Murai batu sendiri memiliki banyak sekali peminat, bahkan berbagai perlombaan burung kicau tak pernah lepas dengan peran burung murai batu. Burung yang satu ini memang masih menjadi salah satu promadona bagi para pecinta burung kicau yang ada di inonesia. Namun, ternyata burung murai batu memiliki berbagai jenis lo. Berikut ulasannya.

Jenis Burung Murai Batu

Jenis Burung Murai Batu
ilustrasi Jenis Burung Murai Batu (photo: pixabay.com)

1.Murai Batu Aceh

Murai Batu Aceh berasal dari Pegunungan Tangse (Piedie), Seulawahsabang, Lhoong, dan Keude Bieng. Burung ini biasanya memiliki postur yang tidak terlalu besar. Untuk bagian ekornya, bisa disamakan dengan burung Murai Batu Medan sekitar 19-30 cm. Burung yang satu ini juga memiliki banyak variasi suara dan ngeroll. Tidak jarang, suara burung Murai Batu Aceh terdengar seperti suara tembakan atau aset yang diiris

 

2.Murai Batu Jambi

Murai Batu dari Jambi memiliki habitat di dataran rendah dan dataran tinggi. Murai Batu Jambi yang tinggal di dataran rendah memiliki ukuran dan bentuk yang relatif kecil. Karena itu, ekornya tidak terlalu panjang. Sementara itu, untuk Murai Batu Jambi dari dataran tinggi, memiliki ekor yang lebih panjang dan melengkung ke atas. Tidak hanya itu, Mage Stone Java Murai memiliki semangat juang yang tangguh dan rajin berkicau.

3.Murai Batu Nias

Seperti dua jenis burung Batu Murai sebelumnya, burung Batu Murai Naive juga cukup sulit ditemukan di daerah asalnya. Jika ada penjual yang mengatakan burung berasal dari Nias, maka burung tersebut sebenarnya diimpor dari Mentawai / Pagai, Sibanang, Simeulue, dan sebagainya.

Posturnya relatif kecil dan lebih mirip dengan ukuran tubuh Murai Batu Lampung

Bulu utama burung tidak putih tetapi hitam atau hitam

Panjang bulu ekornya sekitar 17-20 cm dan hitam

Volume lebih keras

Mampu meniru suara batu Monster Stone lainnya lebih cepat

Murai Batu Nias tidak mudah stres dan cepat beradaptasi

4.Murai Batu Lampung

Saat ini, sangat sulit menemukan Batu Murai Batu asli Lampung. Ini karena maraknya kasus konversi hutan menjadi kawasan pemukiman yang memaksa burung Murai Batu Lampung harus pindah ke daerah lain dan kemudian mati karena tidak dapat bertahan hidup.

Karena itu, jika seseorang menyebut burung-burungnya sebagai burung Batu Murai Lampung, sebenarnya itu adalah batu Murai Batu yang dipasok dari Kota Agung, Jambi, dan Riau. Bukan hasil tangkapan dari hutan di wilayah Lampung. Untuk mengenali burung Murai Batu Lampung, Anda bisa memperhatikan beberapa ciri fisik burung tersebut.

  • Posturnya lebih kecil dari Murai Batu Medan
  • Ekornya memiliki panjang sekitar 12-18 cm
  • Bulu-bulu flu burung dari Macaque Stone Lampung berwarna oranye kecoklatan dan terlihat lebih gelap jika dibandingkan dengan burung Kalimantan.
  • Burung ini memiliki mental yang sangat baik, kuat, dan gesit
  • Jenis suara cenderung berulang atau dimuat, tetapi kurang bervariasi

Fakta Mengenai Burung Murai Batu Medan

Fakta Mengenai Burung Murai Batu
ilustrasi Fakta Mengenai Burung Murai Batu (photo: pixabay.com)

Salah satu jenis burung murai batu yang paling terkenal dan paling banyak dicari adalah burung murai batu medan. Murai Batu Medan benar-benar tidak benar-benar berasal dari Medan. Berbagai sumber mengatakan bahwa jenis burung ini diimpor dari beberapa daerah di Aceh, Pasaman, Padang Sidempuan, dan Semenanjung Malaysia. Namun, habitat burung Murai Batu Medan saat ini mulai berkurang secara drastis.

Dahulu, burung ini masih dapat ditemukan di beberapa daerah di Sumatera Utara, seperti Bukit Lawang, Bohorok, dan kaki Gunung Leuser. Tapi sekarang, para peternak telah mulai kesulitan mendapatkan burung Stone Mage di daerah tersebut.

Jadi sekarang nama burung Magpie sebenarnya adalah burung persilangan antara berbagai jenis burung Murai Batu yang masih memiliki keturunan dengan burung Murai Batu Medan, seperti Murai Batu Aceh, Pasaman, Padang Sidempuan, dan Malaysia.

Namun, jika Anda telah mendengar nama Burung Magpies Medan, tampaknya sangat sulit untuk menutupi minat pada burung yang satu ini. Batu Murai sendiri berbeda dengan burung Batu Murai lainnya, terutama pada postur tubuhnya. Tubuh Batu Monster lebih besar dan kokoh dan banyak orang juga menyukai postur yang dimiliki murai batu yang satu ini. Detail lebih lanjut merujuk ke beberapa fitur fisik burung murai Batu berikut.

  • Murai Batu Medan memiliki tubuh lebih besar dari burung Batulainnya.
  • Bulu burung Murai Batu Medan berwarna hitam legam dan berkilau. Jika terkena sinar matahari akan terlihat warna kebiruan.
  • Kaki burung Murai Batu Medan berwarna hitam, tetapi jika masih muda warnanya hitam kehitaman.
  • Bulu ekor memiliki empat pasang bulu putih dan memiliki garis-garis hitam yang membelah secara horizontal.
  • Panjang batu bulu Murai bisa mencapai 27-30 cm.
  • Kebiasaan burung ini saat berkicau yang sering naik ekor menyentuh kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *